Senin, 31 Oktober 2011

Sasaran Dalam Organisasi

Sasaran adalah merupakan penjabaran dari tujuan organisasi, dalam bentuk terakhir dan akan dapat dicapai atau dihasilkan dalam jangka waktu tahunan, semesteran, atau bulanan. Sasaran juga menggambarkan hal yang ingin dicapai melalui tindakan-tindakan yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan, oleh karena itu sasaran yang ditetapkan diharapkan dapat memberikan fokus pada penyusunan progam dan kegiatan yang bersifat spesifik, terinci, dapat diukur dan dapat dicapai.
Sasaran organisasi yang ditetapkan pada dasarnya merupakan bagian dari proses perencanaan strategis dengan fokus utama berupa tindakan dan alokasi sumber daya organisasi dalam rencana kegiatan atau operasional organisasi yang akan dilaksanakan.
Atas dasar arti dan makna penetapan sasaran dimaksud, serta mengacu pada arahan tujuan yang telah ditetapkan, maka sasaran yang akan dicapai atau dihasilkan Kantor Promosi dan Penanaman Modal Kabupaten Bone dalam mengemban misi organiasi untuk kurun waktu 2008-2010 adalah sebagai berikut:

1.Untuk mewujudkan iklim investasi yang lebih menarik dan kondusif dibutuhkan beberapa sasaran :

a.Terlaksananya kegiatan memfasilitasi dan koordinasi kerjasama di bidang investasi;
b.Terlaksananya penyusunan dan pengelolaan sistem informasi penanaman modal;
c.Tersedianya data/peta investasi di Kabupaten Bone

2. Sasaran dalam Melaksanakan Promosi Potensi Investasi & Kerjasama Penanaman Modal yang Efektif adalah:

a.Meningkatnya koordinasi antar lembaga dalam pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal
b.Meningkatnya koordinasi Perencanaan, Pengembangan Promosi dan Penanaman Modal.
c.Terselenggaranya pameran investasi.
d.Meningkatnya koordinasi, kerjasama dibidang promosi dan penanaman modal dengan instansi pemerintah & dunia usaha
e.Tersedianya data pengembangan potensi unggulan daerah
f.Meningkatnya kegiatan pemantauan, pembinaan dan pengawasan pelaksanaan penanaman modal.

3.Sasaran untuk Memberikan Pelayanan Administrasi Perkantoran dan Administrasi Penamanman Modal:

a.Terlaksananya administrasi perkantoran dan administrasi di bidang Penanaman Modal
b.Terlaksananya pemenuhan sarana dan prasarana aparatur Kantor promosi dan Penanaman Modal
c.Tercapainya laporan kinerja kegiatan dan realisasi keuangan

4.Sasaran untuk Menguatkan Peran Kelembagaan Kantor Promosi dan Penanaman Modal adalah :

a.Terwujudnya peningkatan kemampuan SDM aparatur Kantor Promosi dan Penanaman Modal

Tujuan Organisasi

Tujuan adalah deskripsi dari apa yang harus dilakukan, berasal dari tujuan; spesifik yang jelas laporan tugas terukur yang akan dicapai sebagai langkah ke arah mencapai tujuan Anda. Mereka bersifat jangka pendek dan memiliki batas waktu. Menetapkan Tujuan Bersama Tetapkan tujuan sebagai sebuah kelompok. Hal ini menciptakan banyak hasil positif karena orang akan mendukung dan bertanggung jawab untuk apa yang mereka membantu menciptakan. Anda dapat mengharapkan:
1. komitmen yang lebih besar dan motivasi antara petugas dan anggota untuk membantu mencapai tujuan.
2. Lebih jelas pemahaman tentang tujuan dan alasan untuk memilih mereka.
3. Dengan ide-ide semua orang dan pendapat dipertimbangkan, tujuaMenetapkan Tujuan Organisasi Tujuan membantu menentukan organisasi Anda, memberikan arah dan menghindari kekacauan. Tujuan dapat membantu memotivasi anggota dengan mengkomunikasikan apa organisasi ini berjuang untuk serta menyediakan dasar mengakui prestasi dan keberhasilan. Organisasi yang tujuan yang ditetapkan lebih efektif dalam merekrut anggota. Ada tiga tingkatan organisasi mendefinisikan’s prioritas Anda:
1. Tujuan atau Misi adalah umum, pernyataan luas yang menceritakan mengapa organisasi Anda ada: biasanya tidak berubah dari tahun ke tahun dan sering pernyataan pertama dalam konstitusi Anda.
2. Tujuan adalah pernyataan yang menjelaskan apa yang organisasi Anda ingin capai, yang berasal dari Anda tujuan atau misi. Tujuan adalah ujung ke arah mana usaha Anda akan diarahkan dan sering berubah dari panjang untuk istilah atau tahun ke tahun, tergantung pada sifat kelompok.
3. Tujuan adalah deskripsi dari apa yang harus dilakukan, berasal dari tujuan; spesifik yang jelas laporan tugas terukur yang akan dicapai sebagai langkah ke arah mencapai tujuan Anda. Mereka bersifat jangka pendek dan memiliki batas waktu. Menetapkan Tujuan Bersama Tetapkan tujuan sebagai sebuah kelompok. Hal ini menciptakan banyak hasil positif karena orang akan mendukung dan bertanggung jawab untuk apa yang mereka membantu menciptakan. Anda dapat mengharapkan:
1. komitmen yang lebih besar dan motivasi antara petugas dan anggota untuk membantu mencapai tujuan.
2. Lebih jelas pemahaman tentang tujuan dan alasan untuk memilih mereka.
3. Dengan ide-ide semua orang dan pendapat dipertimbangkan, tujuan Anda akan mewakili konsensus kelompok bukan dari satu orang pendapat. Langkah-langkah untuk Menetapkan Tujuan & Sasaran:
1. Brainstorm daftar sasaran potensial sebagai sebuah kelompok.
2. Pilih dari daftar brainstorming orang yang Anda ingin bekerja di.
3. Prioritaskan.
4. Tentukan tujuan untuk setiap tujuan dan rencana aksi untuk tujuan masing-masing. (Ingat ada dapat beberapa tujuan untuk setiap tujuan).
5. Pindah ke dalam tindakan, menindaklanjuti. (Banyak kelompok gagal untuk mengevaluasi dan merevisi, dengan demikian tujuan merekn Anda akan mewakili konsensus kelompok bukan dari satu orang pendapat. Langkah-langkah untuk Menetapkan Tujuan & Sasaran: 1. Brainstorm daftar sasaran potensial sebagai sebuah kelompok.
2. Pilih dari daftar brainstorming orang yang Anda ingin bekerja di.
3. Prioritaskan.
4. Tentukan tujuan untuk setiap tujuan dan rencana aksi untuk tujuan masing-masing. (Ingat ada dapat beberapa tujuan untuk setiap tujuan).
5. Pindah ke dalam tindakan, menindaklanjuti. (Banyak kelompok gagal untuk mengevaluasi dan merevisi, dengan demikian tujuan merek

sumber

http://www.sandiego.edu/csl/casa

Kerjasama Dalam Organisasi

Kerjasama adalah proses untuk melakukan sesuatu yang mencakup beberapa hal serta unsur-unsur tertentu antara lain:
1. Adanya tujuan yang sudah ditetapkan bersama atau tujuan sesuai dengan peraturan.
2. Adanya pengaturan/pembagian tugas yang jelas.
3. Dalam bekerja saling menolong antara satu fihak dengan fihak yang lain.
4. Dapat saling memasukkan manfaat.
5. Adanya koordinasi yang baik.

Lalu apakah kalian pernah berpikir tentang apa bedanya “kerjasama” dengan “sama-sama kerja”? Jika dilihat sepintas memang mirip, namun sebenarnya memiliki makna yang berbeda meskipun kedua hal tersebut dilakukan secara bersama-sama. Bukan kerjasama tetapi akan disebut “sama-sama kerja”, jika:
1. Masing-masing pihak mempunyai tujuan sendiri-sendiri.
2. Tanpa adanya pengaturan/pembagian tugas.
3. Tidak saling memperhatikan dan menolong pihak lain.
4. Manfaat tidak dirasakan oleh semua anggota.

Dari paparan definisi tentang kerjasama, dapat maka terdapat beberapa dimensi penting yang terkandung dalam kerjasama tersebut, yaitu:
• Anggota kelompok
• Peran
• Tugas
• Tujuan
Dalam sebuah organisasi, terdapat level of teamwork mengacu pada komponen dimensi kerjasama seperti disebutkan diatas, yaitu:
• Kerjasama pimpinan puncak, terdiri dari tiap-tiap pimpinan sub-organisasi (Kepala Bagian, Manajer)
• Project Team, terdiri anggota kelompok usaha dari berbagai tingkatan dan fungsi untuk menyelesaikan suatu tugas tertentu.
• Kelompok kerja, terdiri dari anggota kelompok unit usaha yang menjalankan unit-unit kerja operasional rutin.
Dengan adanya kerjasama yang baik antara pihak satu dengan pihak yang lain, tugas-tugas dari masing-masing pengurus akan menjadi lebih ringan dan cepat selesai. Sehingga tujuan pun akan tercapai.

Referensi:
http://pelajarpagu.blogspot.com
http://repository.binus.ac.id

Komponen Pada Organisasi

Terdiri atas 3 komponen:

1. Tujuan
Merupakan motivasi, misi, sasaran, maksud dan tujuan yang akan dicapai dalam rentang waktu tertentu, Tujuan berdasarkan rentang dan cakupanya dapat di bagi dala beberapa karakteristik antara lain :
• Tujuan Jangka panjang
• Tujuan Jangka menengah dan
• Tujuan Jangka pendek
2.Struktur
Struktur Organisasi sangat penting untuk dapat dipahami oleh semua komponen dalam rangka menciptakan sistem kerja yang efektif dan efesien. Struktur organisasi merupakan deskripsi bagaimana organisasi membagi pekerjaan dan melaksanakan tugas atau pekerjaannya dalam rangka mencapai tujuan organisasi. Struktur organisasi juga mengatur siapa yang melaksanakan tugas dan pekerjaan itu. Selain membagi dan mengatur tugas dan pekerjaan yang diemban oleh organisasi, struktur organisasi juga menggambarkan hubungan organisasi secara internal maupun eksternal.
3.Sistem
Setiap organisasi baik formal maupun informal, akan menganut suatu sistem yang mengatur bagaimana cara organisasi mencapai tujuannya. Untuk itulah setiap organisasi memiliki peraturan-peraturan yang merefleksikan kepentingan-kepentingan organisasi. Sistem pada organisasi itu dapat berupa anggaran dasar, anggaran rumah tangga, peraturan khusus, prosesdur dan peraturan lainnya. Pada organisasi yang paling kecil, yaitu keluarga, pada dasarnya juga memiliki peraturan-peraturan sekalipun tidak sekompleks peraturan pada organisasi besar. Sistem yang dianut oleh organisasi inilah yang mengatur setiap gerak dan tindak tanduk organisasi. Pada organisasi monarki, sistem itu berupa kekuasaan mutlak yang berada di tangan raja. Raja mengatur segala aspek dan membuat peraturan-peraturan. Raja berperan sebagai pusat (sentral) segala aspek di dalam organisasi kerajaan. Organisasi demikian dapat disebut dengan organisasi yang diatur oleh orang (ruled by person). Pada organisasi yang maju, seperti halnya Muhammadiyah dan TAPAK SUCI, segala aspek di dalam organisasi diatur oleh sistem. sehingga disebut dengan organisasi yang ruled by system. Sekalipun sistem itu dibuat oleh orang perorang, namun setiap orang memiliki komitmen yang tinggi untuk mengikuti sistem tersebut. Apabila sistem tersebut dipandang perlu untuk diperbaiki, maka sistem tersebut bisa diperbaiki agar kembali sesuai dengan kebutuhan dan kepentingan organisasi. Organisasi yang diatur oleh sistem (ruled by system), memiliki sistem yang berkesinambungan sekalipun ada orang yang keluar/masuk ke dalam organisasi.
Sistem organisasi terbagi dalam komponen penyusun yang saling berikatan yaitu :
• Input
• Proses
• Output
• Feedback

Kamis, 26 Mei 2011

MANUSIA DAN KESETARAAN

Manusia dan Kesetaraan
Banyak litelatur tentang kesetaran, banyak yang berteriak tentang kesetaraan, banyak kitab suci yang menjamin kesetaraan, namun sedikit yang memahami arti kesetaraan. Mereka hanya menyetarakan dalam hal yang menurut mereka menyenangkan. Wanita ingin menyetarakan dirinya dengan lelaki, orang miskin ingin disetarakan dengan orang kaya, minoritas melakukan eksistensi agar bisa setara dengan mayaoritas. Namun dari mereka yang sering berkoar-koar tentang kesetaraan apakah mau disetarakan dengan Anjing, jika anjing berunjuk rasa minta agar disetarakan.
Mereka punya alasan yang sama, yaitu makhluk ciptaan tuhan, ada yang berargument, “tetapi kita diberi kelebihan akhlak”, lalu dengan mudah saja saya jawab seberapa benarkah akhlak umat manusia?, lalu yang sering aku dengar tentang liarnya hawa nafsu itu apa bedanya dengan hewan?
Kesetaraan hanya diteriakan ketika kita sedang tak setara, ketika kita iri, dan ketika penggagas kesetaraan itu lupa akan tujuan utama. Kesetaraan juga merupakan egoisme manusia untuk dirinya sendiri. Karena jika kesetaraan yang kau inginkan, sterakan dulu hati dan pikiranmu apakah masih bisa digugat anjing atau tidak

MANUSIA DAN CINTA KASIH

Manusia dan Cinta Kasih

A. Cinta Kasih
Menurut kamus umum bahasa Indonesia karya W.J.S Poerwadarminta, cinta adalah rasa sangat suka (kepada) atau (rasa) sayang (kepada), ataupun (rasa) sangat kasih atau sangat tertarik hatinya. Sedangkan kata kasih artinya perasaan sayang atau cinta kepada atau menaruh belas kasihan. Dengan kata lain cinta dan kasih memiliki hampir kesamaan arti tetapi kata kasih memperkuat arti dari cinta.
Terdapat perbedaan antara cinta dan kasih, cinta lebih mengandung pengertian tentang rasa yang mendalam sedangkan kasih merupakan pengungkapan untuk mengeluarkan rasa, mengarah kepada yang dicintai. Cinta samasekali bukan nafsu. Perbedaan antara cinta dengan nafsu adalah sebagai berikut:
1. Cinta bersifat manusiawi
2. Cinta bersifat rokhaniah sedangkan nafsu bersifat jasmaniah.
3. Cinta menunjukkan perilaku memberi, sedangkan nafsu cenderung menuntut.
Ada 3 unsur tentang cinta, yaitu:
1 . Keintiman : kedekatan hub
2. Gairah : secara sexual, cantik,ganteng,dll
3. Komitmen : pernyataan bahwa kau pacarku
kemungkinan:
a) keintiman+komitmen =Cinta Hampa = ada pernyataan pacaran , ada kedekatan tp nga ada nafsu (ketertarikan lawan jenis)
b) =komitmen+Nafsu=:Cinta Romantis ada pernyataan dan ada ketertarikan terhadap lawan jenis (merasa pasanganya cantik,guanteng,dll)
c) = Nafsu+keintiman=Cinta Semberonoo: ada ketertarikan,ada kedekatan hubungan tapi tidak ada status pacaran.
Ada tiga tingkat cinta.
Pertama, cinta atas dasar harapan mendapat sesuatu. Yaitu ketika seorang yang mencintai kekasihnya karena menginginkan sesuatu dari kekasihnya itu. Dan sesuatu yang diinginkannya itu biasanya berujud materi.
Kedua, cinta atas dasar mengharap ridho kekasih. Cinta seperti ini lebih tinggi tingkatannya dari yang pertama. Yaitu mencintai kekasih karena semata mengharap ridhonya. Orang yang memiliki cinta tingkat kedua ini akan melakukan apapun secara sukarela dengan tujuan agar kekasih mendapatkan kebahagiaan. Agar kekasih memperoleh kesenangan. Agar kekasih terhindar dari marabahaya, dll. Terkadang ada dia berani mengambil resiko besar dalam melakukan hal-hal tersebut. Terkadang dia bersedia melakukan sesuatu yang konyol dan memalukan. Terkadang dia mau melakukan sesuatu yang tidak masuk akal.
Ketiga, cinta atas dasar mengharap Ridho Allah sekaligus ridho kekasih. Inilah cinta sejati. Inilah cinta tertinggi. Pada cinta jenis kedua (mengharap ridho kekasih), adakalanya orang tersebut melakukan sesuatu dengan tulus namun apa yang dilakukannya itu tidak diridhoi oleh Allah, Sang Pencipta Cinta. Artinya apa yang dilakukannya itu menyimpang dari aturan-aturan agama. Jika demikian adanya, maka dia dan kekasihnya tidak akan merasakan kebahagiaan sejati. Yang dirasakannya hanyalah kesenangan jangka pendek dan bersifat semu.
Dalam kehidupan manusia, cinta menampakan diri dalam berbagai bentuk. Kadang – kadang seseorang mencintai dirinya sendiri. Kadang – kadang mencintai orang lain. Atau juga mencintai anak dan istrinya, hartanya, Allah dan rasulnya. Ada berbagai bentuk cinta yaitu :
1. Cinta Persaudaraan, diwujudkan manusia dalam tingkah atau perbuatannya. Cinta persaudraan tidak mengenal adanya batas – batas manusia berdasarkan SARA.
2. Cinta Keibuan, kasih sayang yang bersumber pada cinta seorang ibu terhadap anaknya.
1. Cinta Erotis, kasih sayang yang bersumber dai cinta erotis (birahi) merupakan sesuatu yang sifatnya khusus sehingga memperdayakan cinta yang sesunguhnya. Namun, bila orang yang melakukan hubungan erotis tanpa disadari rasa cinta, di dalamnya sama sekali tidak mungkin timbul rasa kasih sayang.
2. Cinta Diri Sendiri, yaitu bersumber dai diri sendiri. CInta diri sendiri bernilai positif jika mengandung makna bahwa seseorang dapat mengurus dirinya dalam kebutuhan jasmani dan rohani.
3. Cinta Terhadap Allah
1. KASIH SAYANG
Kata kasih dan sayang itu mengandung pengertian yang sangat luas. Dan yang pasti setiap insan manusia perlu tahu dan mengerti apa makna kasih sayang yang sebenarnya, sekaligus memilikinya di dalam sanubari. Seseorang akan terlanda kekeringan jiwa jika hidup tanpa memiliki kasih maupun sayang. Apapun yang terjadi, pasti dia akan selalu ingin cintai sekaligus mencintai orang lain. Dari pertama kali lahir di dunia sampai ajal menjemput.
Yang dimaksud dengan kasih dan sayang di sini bukan sekadar hubungan cinta atau asmara antara seorang laiki-laki dan perempuan saja. Namun lebih bersifat universal. Sehingga hal ini bisa terjadi terhadap sahabat, saudara, keluarga dan lain-lain. Dan yang perlu ditekankan adalah, bahwa kasih dan sayang yang tulus itu selalu punya sifat yang ikhlas dan lebih banyak memberi daripada menerima. Kepentingan diri sendiri sering dinomor duakan demi memberi kebahagiaan pada orang yang dikasih dan disayanginya.
1. KEMESRAAN
Kemesraan berasal dari kata mesra yang berarti erat atau karib sehingga kemesraan berarti hal yang menggambarkan keadaan sangat erat atau karib. Kemesraan juga bersumber dari cinta kasih dan merupakan realisasi nyata. Kemesraan dapat diartikan sama dengan kekerabatan, keakraban yang dilandasi rasa cinta dan kasih.

Tingkatan kemesraan dapat dibedakan berdasarkan umur, yaitu:
• Kemesraan dalam Tingkat Remaja, terjadi dalam masa puber atau genetal pubertas yaitu dimana masa remaja memiliki kematangan organ kelamin yang menyebabkan dorongan seksualitasnya kuat.
• Kemesraan dalam Rumah Tangga, terjadi antara pasangan suami istri dalam perkawinan. Biasanya pada tahun tahun wal perkawinan, kemesraan masih sangat terasa, namun bisa sudah agak lama biasanya semakin berkurang.
• Kemesraan Manusia Usia Lanjut, Kemsraan bagi manusia berbeda dengan pada usia sebelumnya. Pada masa ini diwujudkan dengan jalan – jalan dan sebagainya.
A. PEMUJAAN
Pemujaan berasal dari kata puja yang berarti penghormatan atau tempat memuja kepada dewa – dewa atau berhala. Dalam perkembangannya kemudian pujaan ditujukan kepada orang yang dicintai, pahlawan dan Tuhan YME. Pemujaan kepada Tuhan adalah perwujudan cinta manusia kepada Tuhan, karena merupakan inti , nilai dan makna dari kehidupan yang sebenarnya.
Cara Pemujaan dalam kehidupan manusia terdapat berbagai perbedaan sesuai dengan ajaran agama, kepercayaan, kondisi dan situasi. Tempat pemujaan merupakan tempat komunikasi manusia dengan Tuhan. Berbagai seni sebagai manifestasi pemujaan merupakan suatu tambahan tersendiri dalam terciptanya kehidupan yang lebih indah.
A. BELAS KASIH
Belas kasih (composian)adalah kebajikan -satu di mana kapasitas emosional empati dan simpati untuk penderitaan orang lain dianggap sebagai bagian dari cinta itu sendiri, dan landasan keterkaitan sosial yang lebih besar dan humanisme-dasar ke tertinggi prinsi-prinsip dalam filsafat, masyarakat, dan kepribadian . Ada aspek belas kasih yang menganggap dimensi kuantitatif, seperti individu belas kasih yang sering diberi milik kedalaman,kekuatan atau gairah .
Lebih kuat dari empati , merasakan umumnya menimbulkan aktif keinginan untuk meringankan penderitaan orang lain. Hal ini sering, meskipun tidak pasti, komponen kunci dalam apa yang memanifestasikan dalam konteks sosial .Dalam etika istilah, berbagai ungkapan bawah usia yang disebut Golden Rule mewujudkan oleh implikasi prinsip kasih sayang: untuk orang lain apa yang Anda ingin mereka lakukan untuk Anda .
1. B. Studi Kasus
Cinta merupakan suatu hal yang sulit untuk dijelaskan. Setiap orang pasti memilki pengertian atau presepsi yang berbeda soal cinta. Cinta itu ibarat air hujan yang semua orang tidak dapat memprediksi datangnya dan juga akan turun ke semua orang. Cinta tidak hanya cinta kepada lawan jenis tetapi juga cinta kepada hewan, tumbuhan, uang, dan masih banyak lagi.
Dizaman yang sudah era globalisasi ini, cinta merupakan hal yang biasa. Bahkan anak yang masih ingusan pun mengerti tentang cinta walaupun mereka tak tahu makna sebenarnya tentang cinta. Pacaran pun terkadang orang membuktikan dengan cinta. “Kalau Cinta sudah melekat tai kucing rasa coklat”, maksudnya adalah jika seseorang sudah terjangkit dengan yang namanya virus cinta pasti di dapat melakukan segala hal untuk cintanya itu. Tetapi apakah makna sejati tentang cinta ? Tidak ada Cinta sejati didunia hanya cinta Tuhan kepada umatnya dan cinta orangtua kepada anaknya. Tanpa cinta hidup kita tak akan menjadi indah.
Seringkali orang salah mengartikan Cinta, banyak pula anak – anak yang tidak merasakan kasih sayang.
Sumber :
http://arikaka.com/bab-iii-manusia-dan-cinta-kasih

MANUSIA DAN KEGELISAHAN

Manusia dan Kegelisahan


Kegelisahan berasal dari kata gelisah yang berarti tidak tenang, perasaan yang tidak nyaman, selalu merasa khawatir, dan cemas.manusia sering mengalami kegelisahan karena berbagai hal.kegelisahan dapat diketahui melalui perubahan tingkah laku dan kebiasaan seseorang dalam melakukan sesuatu.seseorang yang sedang gelisah akan mengalami kesulitan dalam berkonsentrasi, dan biasanya emosinya meningkat.

Kegelisahan atau kecemasa dapat dibagi menjadi beberapa bagian yaitu kecemasan objektif, kec emasan neorotif, dan kecemasan moril.kecemasan objektifa adalah kecemasan atau kegelisahan yang timbul dari kenyataan atau suatu pengalaman yang kita lihat dari dunia luar.misalnya, seseorang yang melihat bencana banjir didaerah lain yang begitu luar biasa dapat mengalami kegelisahan.kyang kedua, kecemasan neorotif adalah kecemasan atau kegelisahan yang timbul karena pengamatan tentang bahaya yang naluriah, misalnya phobia yang diderita seseorang sejak lahir, atau kecemasan yang timbul dari opeyesuaian diri terhadap lingkungan.dan yang terakhir adalah kecmasa moril yaitu kecemasa atau kegelisahan yang timbul dari pribadi seseorang. Sifat atau pribadi seseorang bermacam- macam, sifat yang tidak terpuji dapat menimbulkan kegelisahan bagi orang – orang disekitarnya.

Penyebab dari kegelisahan seseorang bermacam – macam, namun, jika diperhatikan, penyebab kegelisahan seseorang adalah takut kehilangan hak – haknya, hak untuk hidup, hak untuk bahagia, hak untuk mendapt kasih sayang dan lainnya.kegelisahan dapat diatasi dengan cara menanamkan pola pikir yang positif dalam setiap menyelesaikan masalah.kegelisahan dapat diatasi mulai dari diri kita sendiri.dengan bersikap tenang dan logis, kesulitan dapat kita atasi sehingga kita tidak merasa gelisah.kegelisahan juga dapat diatasi dengan cara mengintrospeksi didi kita sendiri tentang apa yang telah kita lakukan, apa penyebabnya, apa yang harus kita lakukan kedepan dan mengambil hikmah dari apa yang kita lakukan. Dan yang terpenting, untuk mengatasi kegelisahan kita harus berserah pada Tuhan karena Tuhanlah yang bisa memberikan kita ketenangan.

Namun, kegelisahan seseorang juga dapat dimanfaatkan untuk hal – hal yang positif, misalnya pada orang yang peka perasaannya dan mudah gelisah, kegelisahan akan membuat atau menuntut orang tersebut untuk tidak menunda – nunda pekerjaan, karena beberapa orang akan merasa gelisah jika belum menyelesaikan kewajibannya, kegelisahan juga dapat membantu manusia untuk lebih nerhati – hati dalam melakukan segala sesuatu.